June 10, 2020

Pelatih Kulit Hitam Minim, Gareth Southgate: Hentikan Privilese Kulit Putih Di Sepakbola!

Manajer timnas Inggris Gareth Southgate ingin sepakbola terbebas dari masalah privilese orang kulit putih. Ia mengaku telah menyaksikan terhambatnya karier para pelatih berkulit hitam dan ingin agar situasi ini berubah.

Seiring dengan menyebarnya aksi antirasisme di seluruh dunia setelah kematian pria Minneapolis berkulit hitam, George Floyd, kini diskriminasi rasial dalam dunia sepakbola giliran jadi sorotan.

Beberapa waktu lalu, bintang Manchester City Raheem Sterling menegaskan bahwa rasisme adalah isu paling penting yang dihadapi masyarakat saat ini. Sterling meyakini, eks bintang Inggris, Sol Campbell dan Ashley Cole, mendapat hambatan lebih besar saat merintis kariernya sebagai pelatih ketimbang rekan seangkatan mereka yang berkulit putih, Frank Lampard dan Steven Gerrard.

Southgate meyakini, karier yang terhalang di dunia sepakbola hanya karena seseorang berkulit hitam adalah ‘kejahatan terbesar’. Ia menyerukan adanya kesempatan yang setara untuk semua orang.

“Saya pikir Ashley Cole berkembang sangat baik dan sejalur dengan apa yang Steven GErrard lakukan. Steven juga bekerja di akademi Liverpool selama beberapa tahun,” kata Southgate.

“Pada skala yang lebih luas, kita tidak memiliki representasi itu [orang kulit hitam sebagai pelatih]. Kejahatan terbesar adalah ketika kehidupan generasi muda tak bisa mencapai cita-cita tertentu karena mereka tidak mendapatkan kesempatan yang setara.”

“Saya mendengar Jermain Defoe mengeluhkan hal serupa beberapa hari yang lalu. Kita harus mencegah seseorang untuk berpikir bahwa mereka tidak bisa mencapai sesuatu, karena itu membuat mereka berhenti untuk berusaha.”

“Kita harus memastikan selalu ada peluang bagi seseorang yang memang punya kualitas dan mampu. Tentu saja, mereka kemudian tetap menangkap peluang itu. Jika mereka melakukannya dengan baik, mereka akan menjadi contoh untuk generasi berikutnya bahwa cita-cita tersebut bisa diraih.”

Southgate masuk ke dunia kepelatihan ketika menukangi Middlesbrough tahun 2006. Sebelumnya, ia menjalani kariernya sebagai pemain di Boro, Aston Villa, Crystal Palace, dan juga sukses mencatatkan 54 caps untuk Inggris.

Dia menyadari, kemungkinan besar ia tidak akan diberi kesempatan menjadi pelatih di Middlesbrough jika bukan karena statusnya di klub. “Saya tahu, kesempatan di Middlesbrough saya dapatkan walaupun saya tidak memenuhi syarat,” kata Southgate.

“Itu terjadi karena saya telah bermain lama di klub dan saya juga kenal dengan pemilik klub. Tapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kesempatan yang sama akan dimiliki oleh semua orang. Kita semua tentu menyadari hal ini.”

“Hal positif dari apa yang sedang terjadi sekarang adalah, orang-orang bersama-sama memperjuangkan hal ini. Isu ini akhirnya menuju pada arah yang tepat, yaitu diskusi yang lebih luas tentang kesetaraan peluang dan privilese. Saya merasa ada momen untuk perubahan tetapi saya juga sadar bahwa hal ini pernah terjadi sebelumnya.”

“Orang-orang telah angkat bicara dengan cemerlang selama seminggu terakhir – seperti Troy Townsend, Chris Grant, dan David Olusoga. Opini mereka mungkin akan membuat banyak orang tidak nyaman, khususnya orang kulit putih, tetapi mereka mengaspirasikan suara kritis yang patut didengar.”

“Penting juga untuk mendengar aspirasi orang kulit putih karena pada akhirnya merekalah yang akan berada dalam posisi untuk membuka peluang kepada orang lain.”